Sabtu, 04 April 2015

Fenomena Tidur Mahasiswa

Mahasiswa merupakan makhluk yang unik. kenapa unik? hehe.. karena banyak hal yang dilakukan Mahasiswa diluar jangkauan pemahaman orang awam. manakala orang awam disini adalah orang yang tidak sama sekali mengetahui aktivitas mahasiswa. ketika mereka mengetahi aktivitas mahasiswa niscaya mereka keheranan  dengan mahasiswa yang sering bergadang, mahasiswa yang mampu  mengorganisisir kelompoknya sampai beribu ribu untuk teriak teriak dijalan, mahasiswa yang bicaranya setinggi langit, mahasiswa yang makannya banyak, serta mahasiswa yang tidurnya sangat berlebihan , dll... bahkan sampai mahasiswa yang selama 24 jam tidurnya hanya 3 jam. hehe.. kalau sesama teman-teman mahasiswa pasti telah mengetahui akan fenomena tersebut. tetapi masih banyak fenomena yg terlihat pada eksistensi mahasiswa yg luput dari pengamatan kita, tetapi yang penulis garis bawahi dari keunikan mahasiswa tersebut adalah aktivitas tidur mahasiswa yang menjadi perhatian serius dewasa ini.
sebelum menindaklanjuti perhatian yang sangat menguras emosional ini , saya juga mendapati satu lagi keunikan mahasiswa yang terepresentasi dari tindakan-tindakan mereka, dan tindakan itu menjadi sebuah kejutan buat saya pribadi, diantaranya dikatakan kuliah tetapi jarang kuliah, satu minggu 1 kali, bahkan sampai 1 smster hanya 1 kali masuk kampus dan tidak pernah mengerjakan tugas kuliah. hahaha.. kesimpulan ini saya ambil pada fenomena dilingkunganku dan tak jarang pula pengalaman pribadi.

Kamis, 02 April 2015

Fenomena lapar mahasiswa

Dewasa ini melihat fenomena lapar sudah menjadi fakta untuk selanjutnya ditindaklanjuti demi menghilangkan rasa lapar. Cara efisien dengan makan. Makan apa saja asal kenyang menurut orang yg tidak bisa menggapai makanan yg diinginkan. Okelah. Saya juga pada saat tertentu , atau dalam kondisi sangat lapar fungsional akal saya sangat bekerja ekstra demi pemenuhan kebutuhan yang sangat fundamental ini dan selanjutnya menggerakan seluruh tubuh demi mendapatkan makanan. tidak hanya itu, Lapar juga merupakan fenomena yang sangat menguras emosional bahkan spiritual seseorang. Itu pemahaman saya saat ini.

Menguras yaitu mengambil beberapa fungsional dari aspek yang sangat terkait dengannya, dalam hal ini emosional, intelektual, spiritual. Dalam tulisan ini saya  memakai pendekatan pada diri saya yang notabene sebagai mahasiswa Manakala lapar melanda saya. ketika dalam kondisi tersebut biasanya saya kemudian tak jarang dihadapkan pada beberapa realitas dilingkungan saya, realitas yang sangat menguras emosional saya, saya melihat orang-orang dilingkungan saya makan bersama,  mereka mengajak saya, tak jarang pula tidak mengajak saya, tetapi apabila mereka mengajak saya  dilain sisi saya lebih memilih tidak ikut ajakannya karena persoalan makananya hanya untuk mereka, dalam hal ini saya mengikuti suara hati saya karena lebih peduli karena apabila saya menerima ajakannya , seolah-olah saya mengurangi kenyamanannya karena makananya hanya cukup mereka. Dalam kondisi itu saya ingin sekali makan, karena saya juga merasakan lapar , tetapi saya sebisa mungkin mengendalikan diri saya. yang saya pahami saat itu adalah menahan lapar sangat baik demi perkembangan diri saya, saya harus belajar menahan lapar demi terealisasinya control diri yang baik. 

Senin, 23 Maret 2015

Singgasana Cinta

berbicara tentang hari dimana saya melihat sisi terjauh dari kesadaran saya. saya mendapati kesadaran yang dipenuhi kebaikan buat alam, kebaikan untuk lingkungan, kebaikan untuk Tuhan yang bersemayam pada diri saya.

hari dimana rasa selalu terpatri dalam setiap gerak tubuh. hari dimana saya menantikan kehadiran teman hati yang akan membuat dunia terasa beda setelah bertemu. menantikan kehadirannya bak hidayah yang tuhan berikan yang sangat saya sadari dengan sepenuh jiwa dan raga. adalah kebaikan buat diri saya dan alam semesta manakala terealisasi harapan ini.

teman hati yang Insha Allah akan membawa jiwa raga ini ke singgasana cintaNya. singgasana cinta yang dipenuhi kebaikan. fitrah yang akan termanifestasi dalam setiap gerak, hembusan nafas yang tidak henti-hentinya mengharap ridha dari Tuhan.
rangkaian kalimat tak akan sanggup sama sekali mewakili rasa ini, rasa yang disadari adalah rasa yang murni bentukan fitrah. akankah tulisan ini bisa mewakili gambaran yang sebenarnya tentang rasa dan apa yang saya pikirkan saat ini. niscaya tidak. karena banyak hal yang tidak bisa dituliskan akibat ketidaktahuan saya tentang kesepahaman bahasa yang tafsirannya sesuai dengan realitas diri ini. adalah multitafsir dan saya sangat setuju meskipn banyak juga yang tidak setuju.

Kamis, 05 Maret 2015

Jaga hatiku ya Allah

Dalam suasana begini…
Dalam kehidupan begini..
Saya diliputi kebaikan…
Saya melihat sesuatu tak luput dari kebaikan
Saya merasakan energy alam mengalir deras pada diri saya
Saya tidak mendapati diri saya kaku
Saya tidak mendapati diri saya tertekan ooleh lingkungan
Saya merasa bahagia mendapati diri saya seperti ini
Karena inilah sudah menjadi takdir saya
Saya sudah merasakan kebaikan pada diri saya
Hati saya tidak tergeser oleh arus ketidakbahagiaan
Saya mencintai sesama
Saya merasakan kebaikan
Saya harus begini dan harus pandai mengontrol pikiran saya
Terima kasih ya allah atas energimu yang engkau berikan kepada saya
Saya harus memfokuskan pikiranku kepada tuhan semesta alam
Yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya
Saya sangat paham

Minggu, 01 Maret 2015

KISAH TAK TERLUPAKAN



Ini adalah sebuah kenyataan yang kemudian memaksaku untuk merangkainya menjadi sebuah tulisan yang saya rasa bermakna bagiku. Tulisan yang selalu membuatku merasa bagaikan aku berada pada posisi yang sangat membuatku tentram dan nyaman serta bahagia ketika aku mengingatnya. Inilah persembahan yang kemudian akan aku beriikan pada diriku sendiri sebagai sebuah jiwa yang sangat di kasihi oleh sang Pencipta dengan segala kekuasaan-Nya. 

Dalam kehidupanku, sejak aku dilahirkan oleh ibuku tersayang di bawah kasih sayang sang pemilik Alam semesta aku tak pernah jauh tinggal ataupun meninggalkan keluargaku dan kedua orang tuaku. Tak pernah sedikitpun kasih sayang orang tuaku lalai dari-hari kehari, menit melalui menit dan detik sekalipun. Sebuah bentuk kasih yang terwujud dari kasih sayang Pemilik Alam Semestalah yang kemudian mereka berikan kepadaku sebagai sebuah bentuk rasa cintanya kepadaku. Aku dituntun untuk melakukan hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. 

Berawal dari niatan untuk melanjutkan pendidikan dan niatan kedua orang tuaku untuk menjadikan anaknya berhasil dalam mengarungi hidup di dunia yang penuh dengan berbagai macam problematika yang tak akan habis tentunya. Keinginan untuk mencari hal yang manjadi kunci keberhasilan di dunia dan kemudian menghantarkanku dapat bahagia di akherat kelak. Aminnn…

Senin, 09 Februari 2015

Minggu, 31 Agustus 2014

dibalik kemalasan menulis


bagi saya menulis adalah mengarang, mengetik pada keyboard. menulis identik dengan pena dan buku kosong , kertas dan selanjutnya merangkai kata demi kata sehingga menjadi susunan-susunan kata (kalimat) selanjutnya membentuk paragraf. jadi ternyata lebih tepatnya mengetik atau mengarang. tetapi kita harus apresiasi pemahaman kalangan karena sudah tertanam dalam-dalam tentang fenomena menulis sebagai suatu istilah bagi seorang yang mempunyai karya tulis. dan kita harus gunakan istilah itu agar dapat dipahami kalangan tersebut.

saya memahami bahwa menulis adalah tindakan yang gampang-gampang susah ketika seseorang hendak mau menulis. tetapi apakah kita sadari realitas dibalik kemalasan menulis. kemalasan yang membuat mereka  tidak bisa mengespresikan jiwa , pikiran, dan rasanya (baca : hati)?

memahami fakta dibalik kemalasan menulis, saya memakai pendekatan pada diri saya dan kemudian mengkaji fenomena yang terjadi ketika hendak mengalami kemalasan menulis. saya bingung tulisan seperti apa yang ingin saya tulis. tulisan yang bisa membuat saya merasa nyaman. tulisan yang bisa mengungkap ekspresi dibalik realitas saat itu terkait faktor eksternal yang saya alami.