Dewasa ini melihat fenomena lapar sudah
menjadi fakta untuk selanjutnya ditindaklanjuti demi menghilangkan rasa lapar.
Cara efisien dengan makan. Makan apa saja asal kenyang menurut orang yg tidak
bisa menggapai makanan yg diinginkan. Okelah. Saya juga pada saat tertentu ,
atau dalam kondisi sangat lapar fungsional akal saya sangat bekerja ekstra demi
pemenuhan kebutuhan yang sangat fundamental ini dan selanjutnya menggerakan
seluruh tubuh demi mendapatkan makanan. tidak hanya itu, Lapar juga merupakan fenomena
yang sangat menguras emosional bahkan spiritual seseorang. Itu pemahaman saya
saat ini.
Menguras yaitu mengambil
beberapa fungsional dari aspek yang sangat terkait dengannya, dalam hal ini
emosional, intelektual, spiritual. Dalam tulisan ini saya memakai pendekatan pada diri saya yang
notabene sebagai mahasiswa Manakala lapar melanda saya. ketika dalam kondisi
tersebut biasanya saya kemudian tak jarang dihadapkan pada beberapa realitas
dilingkungan saya, realitas yang sangat menguras emosional saya, saya melihat
orang-orang dilingkungan saya makan bersama,
mereka mengajak saya, tak jarang pula tidak mengajak saya, tetapi
apabila mereka mengajak saya dilain sisi
saya lebih memilih tidak ikut ajakannya karena persoalan makananya hanya untuk
mereka, dalam hal ini saya mengikuti suara hati saya karena lebih peduli karena
apabila saya menerima ajakannya , seolah-olah saya mengurangi kenyamanannya
karena makananya hanya cukup mereka. Dalam kondisi itu saya ingin sekali makan,
karena saya juga merasakan lapar , tetapi saya sebisa mungkin mengendalikan
diri saya. yang saya pahami saat itu adalah menahan lapar sangat baik demi
perkembangan diri saya, saya harus belajar menahan lapar demi terealisasinya
control diri yang baik.
Tak jarang pula, dalam
kondisi tertentu dalam kondisi lapar saya, pikiran saya mencari alternative
agar cepat kenyamanan ini tercapai, pikiran saya manakala makanan tidak saya
peroleh karena persoalan uang tidak ada, lingkungan juga sangat terbatas demi memperoleh
makanan dengan cara yang ikhlas, pada akhirnya fungsi akal saya sangat
terkuras,,, dalam kondisi itu pada akhirnya pernah saya meminjam uang kepada
siapa saja dengan pertimbangan mereka meminjamkan dengan ikhlas. Itu yang
kemudian saya lakukan. Dalam kondisi itu terkadang saya sangat sulit mengontrol
diri. (bca : pikiran).
Fenomena lapar merupakan hal
yang sangat indah apabila terlihat makanan yang lezat di depannya dan tak
berselang lama langsung menyantap makanan itu. Tetapi apalah daya apabila dalam
kondisi lapar , manakala ada makanan , sampai pada makanan lezat tetapi kita
hanya diam terpaku mencium aroma harum makanan itu, tidak bisa memakannya. Kita
hanya berdoa pada tuhan agar rasa sakit yang entah dimana sumber sakitnya itu
secepatnya hilang. Fenomena tersebut kebanyakan dilanda mahasiswa manakala
kiriman habis , perut belum terisi sejak pagi hingga malam dan ketika itu pula
tetangga kost memasak masakan yang lezat tetapi kita tidak bisa menggapai
makanan itu karena persoalan malu atau belum akrab. Hehe
Lapar merupakan fenomena
tubuh manakala tubuh membutuhkan suplay energy agar kemudian tubuh kembali
menembukan keseimbangannya sehingga bisa menjalankan fungsinya. Dari makanan
kemudian diubah menjadi sel-sel darah merah yang kemudian bisa menghasilkan
energy. Itu sedikit pemahaman saya tentang makanan. tetapi saya pernah
mendengar tentang orang yang bisa menghasilkan energy tanpa membutuhkan suplay
makanan, yg dibutuhkan hanya menyerap energy kosmos dan kemuidan ditransformasi
menjadi energy buat dirinya. pikiran saya saat ini masih ingin menyelidiki
dibalik statmen tersebut. Hehe
Rasa lapar dilihat dari
pendekatan psikologi, merupakan fenomena masing-masing individu dalam
memahaminya, tetapi tak jrang dari beberapa tuntutan penjelasan saya diatas
sudah sangat mewakili mahasiswa kontemporer. Dan sedikit saya tambahkan ,
fenomena lapar juga bagi segelintir mahasiswa dilingkungan yang saya amati
dengan saksama merupakan hal yang sangat tidak begitu dipersoalkan. Pernah
suatu waktu saya mendapati senior saya yang menolak makan , beliau lebih
memilih membaca buku, padahal saya bisa gambarkan tawaran itu tertuju kepada
teman saya yang sudah saling mengenal. Saya berani katakana senior yang saya
ajak makan tersebut lapar, tetapi pikiran ke lapar sangat sedikit, pikiran
untuk menyerap ilmu yang ada dibuku sangat besar yang terlihat dari sikapnya
yang sangat konstan. Saya berani nyatakan bahwa lapar bagi segelintir orang
adalah persoalan klasik yang tidak perlu membuang banyak energy apalagi sampai
menguras energy. Lapar hanya persoalan waktu, apabila bisa dikendalikan kita
bisa memberdayakan potensi diri.
Ada juga saya sering
mendapati beberapa mahasiswa sangat doyan makan. Maksudnya ketika melihat lagi
makanan yang menurutnya enak tak berpikir panjang langsung menyantapnya ketika
ditawarkan makan oleh temannya, padahal belum merasakan lapar sama sekali. Demi
mengikuti nafsu makan tinggi yang pada akhirnya menjadi budak dari nafsu itu
sendiri.
Fenomena lapar adalah adalah
fenomena yang sangat klasik bagi mahasiswa serta merupakan persoalan yang
sangat sering dilanda mahasiswa seperti saya. lapar untuk kemudian
menghilangkannya dengan makan seadanya adalah hal yang baik tetapi apalah daya
pernah ketika melihat teman lapar dan tiba saatnya makan , weleh,, makannya
sangat banyak, tiba gilirannya dia mengeluh sendiri makannya terlalu kebanyakan
yang pada akhirnya memakai prinsip hidup ular, ular bisa dipastikan ketika
kekenyangan langsung tidur, istrahat yang kemudian membatasi ruang gerak yang
masih bisa diarahkan kepada hal-hal produktif apalagi sebagai mahasiswa.
Fenomena lapar ditinjau dari
aspek agama merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga tubuh agar tetap
sehat. Itulah kenapa dalam Islam sangat dianjurkan berpuasa, selain menahan
lapar juga secara tidak langsung menonaktifkan nafsu. Saya sempat mengutip
pernyataan Rasulullah saw , kurang lebih redaksinya seperti ini “'Berperang'
melawan diri sendiri (nafsu) lebih berat ketimbang berperang dalam peperangan”.
Dalam Islam sangat dianjurkan berpuasa terlebih berpuasa pada bulan Ramadhan.
Itulah kenapa Puasa sangat memberi kontribusi yang baik bagi perkembangan
spiritual anda.
Lapar,,, lapar… hehehe…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar