berbicara tentang hari dimana saya
melihat sisi terjauh dari kesadaran saya. saya mendapati kesadaran yang
dipenuhi kebaikan buat alam, kebaikan untuk lingkungan, kebaikan untuk Tuhan
yang bersemayam pada diri saya.
hari dimana rasa selalu terpatri
dalam setiap gerak tubuh. hari dimana saya menantikan kehadiran teman hati yang
akan membuat dunia terasa beda setelah bertemu. menantikan kehadirannya bak
hidayah yang tuhan berikan yang sangat saya sadari dengan sepenuh jiwa dan
raga. adalah kebaikan buat diri saya dan alam semesta manakala terealisasi
harapan ini.
teman hati yang Insha Allah akan
membawa jiwa raga ini ke singgasana cintaNya. singgasana cinta yang dipenuhi
kebaikan. fitrah yang akan termanifestasi dalam setiap gerak, hembusan nafas
yang tidak henti-hentinya mengharap ridha dari Tuhan.
rangkaian kalimat tak akan sanggup
sama sekali mewakili rasa ini, rasa yang disadari adalah rasa yang murni
bentukan fitrah. akankah tulisan ini bisa mewakili gambaran yang sebenarnya
tentang rasa dan apa yang saya pikirkan saat ini. niscaya tidak. karena banyak
hal yang tidak bisa dituliskan akibat ketidaktahuan saya tentang kesepahaman
bahasa yang tafsirannya sesuai dengan realitas diri ini. adalah multitafsir dan
saya sangat setuju meskipn banyak juga yang tidak setuju.