Jumat, 29 Agustus 2014

Ketidaknyamananku. Apakah waktu menjadi penyebab?

saat fungsional tubuh sedang fit beriringan dengan tindakan yang mengharuskan akan capaian-capaian hasrat yang menggaransikan kenyamanan diri, ketika itu waktu sudah menunjukan pukul 06.00 pagi dan saya sama sekali tidak tidur. saya membuat tulisan dengan harapan menjadi obat dikala beban moril melanda saya. beban moril sama halnya dengan penyakit mental menurut pemahaman ahli psikolog. beliau mengatakan bahwa dikala sedang mendapati dirimu dalam kondisi tertekan, kondisi yang membingungkan atau mengingat akan kenangan pahit , beliau menyimpulkan kondisi itu adalah kondisi dimana dirimu sedang mengidam penyakit mental (beban moril).

olehnya itu saya harus menulis apa yang saya rasakan demi capaian akan kebaikan buat diri saya. tetapi hal itu membuat saya terkekang oleh waktu yang sudah menampakan wujudnya manakala dibalik jendela sudah sangat jelas penglihatan saya pada beberapa objek. dengannya saya kemudian merasakan ketidaknyamanan. ketidaknyamanan ketika mengingat perkataan teman bahwa waktu ibarat roda yang selalu berputar dan tidak akan pernah berhenti , olehnya itu manajemen waktu sangat perlu difungsikan demi kebaikan diri, dimana porsi kegiatan, tindakan harus diatur , dalam hal ini istrahat perlu diadakan demi menjaga kondisi tubuh.


 Saya akui bahwa saya belum pernah tidur hingga sampai pada kondisi yang sudah terang benderang dibalik jendala. Tetapi kondisi itu tidak membatasi ruang gerak saya untuk menulis tulisan ini meskipun pada akhirnya saya mengakui dan menarik kesimpulan bahwa saya mengalami ketidaknyamanan.

Ketidaknyamanan pada waktu  erat kaitannya dengan banyak statmen yang tidak jelas sumbernya. Entah saya tidak menelusuri statmen  tersebut untuk membuktikan kevalidannya tetapi dari insting saya mengarah pada fakta bahwa benar adanya. saya menyadari dengan  landasan jauh-jauh hari sebelum inisiatif tindakan menulis ini sudah eksis. Saya merasakan diri saya sangat lelah ketika istrahat tidak begitu jelas porsinya.

Insting yang mengatakan bahwa kondisimu harus seiring sejalan dengan pemahamanmu tentang kapan harus istrahat dan melakukan aktivitas. Inilah wujud ketidaknyamanan saya pada waktu, waktu yang mengikis sedikit demi sedikit kenyamanan ini. Apakah dalam hal memang pantas saya menyalahkan waktu? Apakah waktu salah dengan simbol-simbol perubahannya. Apakah saya menginginkan waktu berhenti saja? Hal itu mustahil. Saya bisa menulis karena salah satu eksistensi waktu. Apakah saya pantas menyalahkan waktu.

Saya memahami bahwa waktu harus dimanfaatkan. Waktu harus dimanfaatkan dengan penuh kesadaran demi kebaikan diri. Dimanfaatkan dengan porsi yang tepat dan berimbang agar stamina tidak terkuras pada sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. 

Waktu ibarat kereta api yang tidak akan pernah berhenti , dan tidak akan pernah berhenti sejenak menunggu penumpang yang ingin naik. Sebaik-baik waktu adalah bermanfaat dan  dikelola dengan bijaksana. Hal inilah yang menjadikan saya paham akan kondisi saya saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar