Apa yang kamu lakukan sekarang.
tindakan-tindakanmu sekarang merupakan sesuatu yang bersumber dari pemahamanmu
akan tindakan itu sebelumnya yang terlintas di pikiran dan benakmu. Sesuatu yang
sering orang-orang katakan kepadamu bersumber dari perilaku-perilakumu setiap
hari atau secara berangsur-angsur dia lihat atau amati. tapi pernahkah engkau
berpikir bahwa tindakan yang sering anda lakukan tiap harinya kadang
berlangsung secara otomatis dan kontinue, tanpa kamu pikirkan? atau tidak
adanya motivasi sebelumnya? ... meskipun tindakan-tindakan dari kebiasaanmu itu
kurang baik? capaian yang luar biasa apabila kebiasaan hari-harimu tak luput
dari kebaikan atau hal-hal yang bisa membuatmu maju atau sukses. seperti
kebiasaan bangun telat sampai siang hari, kebiasaan bangun subuh untuk
mengerjakan sholat subuh. atau bahkan kebiasaanmu main game sampai
berlarut-larut di depan layar televisi?
Suara hatiku mungkin tidak bisa menjangku suara hati kalian. tetapi marilah kita ngopi dengan sebatang rokok,, mudah-mudahan dengannya bisa mengusir kejenuhan dan tidak merasa jenuh.. .
Jumat, 02 Mei 2014
TENTANG KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan
Kebahagiaan adalah rasa yang dialami
seseorang dalam kondisi tertentu yang membuat dia nyaman berlama-lama. Kebahagiaan dari kata dasar bahagia. Banyak orang yang ingin menghadirkan rasa itu
dibenaknya. Banyak ilustrasi jika orang-orang ingin mengatakannya diantaranya;
saya bahagia dengan kekasihku saat ini, saya bahagia dengan kondisiku saat ini,
saya bahagia dengan sesuatu yang kamu berikan ke saya, saya bahagia dengan
perhatianmu, saya bahagia dengan ketulusan dan kesetiaanmu, saya bahagia dengan
ucapanmu yang memotivasi saya dll..
Tetapi apakah kebahagiaan itu ada
batasnya? Adakah kebahagiaan yang hakiki yang membuat semua orang tau dan
kemudian mengamalkannya?
Sangat banyak referensi yang harus
kita ketahui untuk mengawali artikel ini tetapi penulis tulis Cuma sebatas
pemahaman yang ada di kepala saja belum sampai kepada referensi yang jelas dan
akurat.
FENOMENA MAHASIWA KONTEMPORER
Ketika kita mendengar kata mahasiswa yang kemudian terbesit dibenak saya dan
mungkin anda adalah seorang intelektual, seorang akademisi yang cakap dengan
disiplin ilmu yang dibidanginya pada universitas/perguruan tinggi tertentu.
yang kemudian membentuk pemahaman akan indahnya dunia kampus yang syarat akan
pertambahan hal baru dalam daftar agenda kesehariannya, daftar kesibukannya dan
daftar perjuangannya sebagai wadah untuk meraih impiannya.
Universitas sebagai kelanjutan dari
Sekolah Menengah atas atau biasa disingkat SMA merupakan suatu tantangan baru,
suatu kondisi dan keadaan baru ketika baru menginjakan kakinya di kampusnya,
yang kemudian diarahkan dosen atau seniornya dengan tujuan memperkenalkan
kampus, dan segala hal terkait aktivitas yang dijalaninya nanti selama beberapa
tahun kemudian. entah itu ruang kuliah, lokasi auditrium, laboratorium,
perpustakaan, bank, klinik kesehatan dll. yang kemudian berefek pada psikologi
mahasiswa yang memperlihatkan begitu banyaknya segala hal yang dibutuhkan,
segala hal yang nanti akan dipertemukannya, dikunjuginya, demi menunjang
aktivitas dan kebutuhannya.
OPTIMALISASI KECERDASAN EMOSIONAL MAHASISWA
Dewasa
ini konflik antar mahasiswa sering terjadi, baik di secara langsung kita lihat
maupun tidak langsung yang kita saksikan di layar kaca. Dan tak jarang konflik
yang terjadi berujung pada tawuran antar mahasiswa. Mahasiswa yang seharusnya
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan malah terlibat dalam kekerasan yang
tak jarang menimbulkan korban. Mahasiwa sebagai pelopor perubahan dengan
pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif yang selalu lahir dari pola pikir
para mahasiswa tak jarang tergadaikan dengan aksi tawuran. Suara-suara
mahasiswa yang kerap kali mengangkat
realita sosial yang terjadi di masyarakat malah melenceng dari yang semestinya,
disibukan hal-hal yang tidak penting. Tak jarang mereka lebih mementingkan
hasutan orang-orang yang tidak bertanggung jawab bahkan persoalan kecil yang
tidak terlalu penting menjadi persoalan besar yang tak jarang berujung pada
konflik antar mahasiswa dalam bentuk kekerasan. Sikap idealisme mahasiswa yang
tidak lain memperjuangkan aspirasi rakyat ke penguasa berpaling ke konsepsi
tentang menjatuhkan rekan sendiri, cacian pun tak jarang kita dengar dari mulut
mahasiswa ketika terlibat konflik.
Mahasiswa
adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah
perguruan tinggi dengan tujuan untuk menuntut ilmu untuk kemudian diaplikasikan
ilmunya tersebut untuk memenuhi kebutuhannya atau istilah yang lebih popular
adalah kuliah yang sering terucap di bibir mahasiswa ketika hendak pergi ke
kampus.
MENANTI PRESIDEN HARAPAN RAKYAT
Pemilihan
umum presiden sudah di depan mata. Bursa kandidat yang berpeluang menjadi
nakhoda bangsa ini untuk lima tahun ke depan masih di isi oleh wajah-wajah
lama. Ada beberapa wajah baru yang muda dan cukup menjanjikan baik dari segi
elektabilitas maupun kualitas kepemimpinan. Hadirnya figur-figur alternatif
ini, harus diakui, menjadikan pemilu 2014 cukup menarik dan istimewa. Di tengah
fenomena golput yang persentasenya cukup signifikan dalam pemilu sebelumnya,
antusiasme pemilih untuk berpartisipasi dalam pilpres kali ini menurut data
yang dilansir oleh beberapa lembaga survey menunjukan peningkatan animo di
kalangan pemilih utamanya para pemilih muda.
Ada
beberapa alasan yang dapat menjelaskan perkembangan ini. Pertama, kaum muda sebagai
bagian dari segmen masyarakat yang kritis sangat merindukan kemimpinan yang
mampu membawa perubahan nyata. Kedua, elit-elit politik yang ada dinilai tidak
mampu menjawab ekspektasi publik yang sudah lelah dengan sandiwara dan dagelan politik
yang dimainkan para elit tersebut. Figur-figur yang mendududuki posisi puncak
dan posisi strategis lainnya dianggap tidak memiliki kualitas kepemimpinan
untuk mengatasi krisis yang membayangi bangsa saat ini. Kekecewaan ini dianggap
cukup berdasar karena para elit politik dinilai lebih mementingkan deal-deal yang sifatnya transaksional
ketimbang memikirkan kepentingan rakyat secara luas.
Langganan:
Postingan (Atom)