berbicara tentang hari dimana saya
melihat sisi terjauh dari kesadaran saya. saya mendapati kesadaran yang
dipenuhi kebaikan buat alam, kebaikan untuk lingkungan, kebaikan untuk Tuhan
yang bersemayam pada diri saya.
hari dimana rasa selalu terpatri
dalam setiap gerak tubuh. hari dimana saya menantikan kehadiran teman hati yang
akan membuat dunia terasa beda setelah bertemu. menantikan kehadirannya bak
hidayah yang tuhan berikan yang sangat saya sadari dengan sepenuh jiwa dan
raga. adalah kebaikan buat diri saya dan alam semesta manakala terealisasi
harapan ini.
teman hati yang Insha Allah akan
membawa jiwa raga ini ke singgasana cintaNya. singgasana cinta yang dipenuhi
kebaikan. fitrah yang akan termanifestasi dalam setiap gerak, hembusan nafas
yang tidak henti-hentinya mengharap ridha dari Tuhan.
rangkaian kalimat tak akan sanggup
sama sekali mewakili rasa ini, rasa yang disadari adalah rasa yang murni
bentukan fitrah. akankah tulisan ini bisa mewakili gambaran yang sebenarnya
tentang rasa dan apa yang saya pikirkan saat ini. niscaya tidak. karena banyak
hal yang tidak bisa dituliskan akibat ketidaktahuan saya tentang kesepahaman
bahasa yang tafsirannya sesuai dengan realitas diri ini. adalah multitafsir dan
saya sangat setuju meskipn banyak juga yang tidak setuju.
kesadaran adalah karunia tuhan yang
sudah seharusnya , wajid untuk saya syukuri. apabila saya tidak syukuri saya
bagaikan binatang yang tak mengutamakan potensi yang telah Tuhan berikan kepada
saya. apabila hal itu terealisasi pada diri saya dengan acuh kepada nikmat itu
saya akan dicap tidak baik oleh alam, dan alam tidak melihat saya , alam tidak
memperlihatkan kebaikannya pada diri saya.
kesadaran ini adalah kesadaran suara
hati manakala saya menyatakan dengan segenap rasa, saya membutuhkan Cintamu
wahai bidadari hatiku yang niscaya ini adalah murni suara hatiku, dengan
keputusan yang telah dipertimbangkan oleh akal nuraniku. saya menyadari bahaya
besar akan terjadi ketika saya tidak mengizinkan akalku terlibat dalam hal ini.
Singgasana CintaNya adalah ridho
buat hambanya yang sudah menyatakan suara hati adalah niscaya adanya dan mutlak
adanya. suara hati hamba yang manakala didengar dengan segenap jiwa dan raga
akan menembus ruang dan waktu dinding kepenatan jiwa. jiwa yang akan menambah
keindahan alam, memberi warna pada dunia dengan senyum kita berdua....
singgasana CintaNya karena engkau adalah pancaran kasih sayang dari Tuhan dan
engkau kepanjangan tangan Ar-Rahim dari Tuhan yang Maha Penyayang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar