Rabu, 27 Agustus 2014

Memaknai segelas kopi, rokok dikeheningan malam


dua benda yg membuat pikiran tenang dan hati damai



apa sebenarnya dibalik keberadaan segelas kopi dan rokok surya di sisiku? saya saat ini sedang menganalisis arti kehadiran kedua benda itu, dengan pendekatan rasa dan analisis historis jalan pikiran yang selama ini eksis seiring kehadiran dua benda itu.

gampang gampang susah mengungkap tabir dibalik kehadiran kedua benda itu. kenapa tidak banyak pertimbangan yang kemudian menjadi rancu atau susah ketika saya merasa ragu dengan pernyataan saya ini karena saya sangat tidak ingin pernyataan ini yang kemudian tidak sesuai dengan realitas yang saya rasakan dan pikirkan  dalam hal ini menyangkut secara keseluruhan.


olehnya itu saya harus benar-benar larut dalam kondisi saat ini seiring kemudian memfungsikan rasa dan pikiran secara maksimal agar selanjutnya bisa menyentuh esensi dibalik kehadirannya.

kedua benda ini bisa dibilang berjalan seiringan sangat terasa mantapnya. manakala ketika cuma satu diantaranya bisa dikatakan sangat tidak menyentuh kenyamanan. kedua benda ini bisa dikatakan teman sejawat saya yang mengiringi setiap hembusan napas saya ketika sedang dalam kondisi apapun. bisa dibilang hal-hal yang membuat saya gundah, senang, bingung kedua benda ini bisa menjadi teman dalam kondisi beraneka ragam itu. manakala dalam kondisi itu tidak ada kehadiran kedua benda ini serasa sangat tidak lengkap. ketidaklengkapnya terlihat pada realitas diri ini, dengan pendekatan pemahaman diri sangat dirindukan kedua benda itu.

kopi dan rokok. bisa meminimalisir kegundahan saya. kesimpulan yang sesuai realitas diri saya. dan selanjutnya kopi dan rokok bisa menjadi antitesa dan kompleksitas rasa senang saya ketika dalam kondisi yang sesuai harapan saya terwujud. kedua suasana yang saling kontradiksi pun tak luput dengan kehadiran kedua benda tersebut dengan caranya dan kenikmatannya bisa mengantarkan saya ke dimensi dan perumpamaan solusi alternatif dan multifungsi apapun yang terjadi pada diri saya.

dari ilustrasi realitas dan murni subjektif tersebut saya kemukakan dengan nada ringan bahwa dibalik kedua benda tersebut tersimpan energi yang membuat saya nyaman, membuat saya semangat untuk menjalani segala konsekuensi paska tindakan saya yang baik maupun yang buruk. kedua benda itu sanggup menjawab tantangan hegemoni ujian, tantangan dan kebiadaban peradaban.

inilah hati, hati yang akan mengungkap ketidaktahuan dirii. hati yang selanjutnya meneruskan kerancuan pikiran, hati yang pada akhirnya bisa menjawab kontradiksi realitas dan harapan. hati yang berkata tentang eksistensi kedua benda tadi.

terserah pertimbangan selanjutnya yang diklaim pikiran paska tulisan ini terbit. rokok dan kopi adalah kedua benda dengan sejuta rasa, sejuta cita-cita dibaliknya, sejuta hal-hal baru yang menyertainya, dan sejuta cakrawala manakala segala aktifitas yang mengarah pada perkembangan diri dari aspek intelektual, emosional maupun sprititual ikut sejalan dan berdampingan demi sebuah capaian-capaian dalam perkembangannya.

kopi dan rokok dua benda yang bisa menembus kebekuan berpikir , kekakuan rasa , dan ketidaksenangan pada diri yang tiba gilirannya memancarkan berjuta harapan akibat keberadaannya bisa dipastikan ketika timingnya tepat dan sesuai dengan intensitas pemahaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar