Apa yang kamu lakukan sekarang.
tindakan-tindakanmu sekarang merupakan sesuatu yang bersumber dari pemahamanmu
akan tindakan itu sebelumnya yang terlintas di pikiran dan benakmu. Sesuatu yang
sering orang-orang katakan kepadamu bersumber dari perilaku-perilakumu setiap
hari atau secara berangsur-angsur dia lihat atau amati. tapi pernahkah engkau
berpikir bahwa tindakan yang sering anda lakukan tiap harinya kadang
berlangsung secara otomatis dan kontinue, tanpa kamu pikirkan? atau tidak
adanya motivasi sebelumnya? ... meskipun tindakan-tindakan dari kebiasaanmu itu
kurang baik? capaian yang luar biasa apabila kebiasaan hari-harimu tak luput
dari kebaikan atau hal-hal yang bisa membuatmu maju atau sukses. seperti
kebiasaan bangun telat sampai siang hari, kebiasaan bangun subuh untuk
mengerjakan sholat subuh. atau bahkan kebiasaanmu main game sampai
berlarut-larut di depan layar televisi?
INGAT.. !! ukuran penilaian orang
lain yang efektif dilihat dari seberapa akurat penilaian akan kebiasaan sosok
yang dia lihat secara kontinue atau tidak pada momen atau hari itu saja. karena
ketika si A mengklaim si B bahwa si B jahat atau baik pada hari itu saja di
khawatirkan itu merupakan topeng dari pemilik pribadi raga si B sebagai objek
yang diamati atau dilihat itu.
Terkadang
kita cuma ada momen melakukan tindakan atau perilaku yang baik kepada orang
lain. dan orang lain yang menjadi objek kebaikan kita suatu saat mengklaim
bahwa kita tidak baik. itu merupakan hal yang biasa dialami. tetapi jika anda
membiasakan melalukan kebaikan kepada orang lain, dan disuatu saat anda
mendapatkan sesuatu yang kontradiksi menurut anda, berarti anda belum efektif
membiasakan kebaikan itu terhadap orang lain? butuh lebih membiasakan kebaikan
kepada orang lain atau siapa saja demi suatu pengharapan kebaikan dari orang
lain baik dalam bentuk tindakan atau secara langsung dia katakan terhdap anda,
meskipun itu bukan tujuan hakiki anda..
merubah kebiasaan baik atau
kebiasaan produktif merupakan hal yang sangat rumit tapi kita bisa lakukan.
terkadang seseorang mengatakan saya tidak mempunyai potensi untuk melakukan
kebiasaan baik. karena saya sudah memiliki karakter diluar sifat baik.
satu hal yang harus diketahi bahwa
karaker di luar sifat baik atau jahat merupakan tindakan-tindakan yang
dilakukan secara kontinue atau sudah menjadi kebiasaannya. yang menjadi solusi
atas pertanyaannya adalah ubah kebiasaan itu menjadi kebiasaan baik meskipun
itu rumit tapi yakin kebiasaan yang kurang baik itu bisa di rubah dengan
presistensi atau tekad yang bulat dan selanjutnya anda mempunyai kebiasaan
baik. karena tuhan sudah mengatakan dalam firmannya "Allah tidak akan
membebankan seseorang di luar kesanggupannya".
terkadang juga seseorang mengatakan.
saya tidak memiliki motivasi untuk berkembang. atau saya tidak mempunyai
keinginan untuk membaca buku. sinis rasanya memang ketika melihat seseorang
setiap hari melihatnya didepan kost baca buku. sedangkan anda sendiri tidak
mempunyai keinginan membaca. atau dengan bangganya anda melihat teman anda
mempunyai karya berupa buku yang sudah dipasarkan dan buku itu populer di
Indonesia. yang menjadi pertanyaan adalah apakah saya bisa seperti dia atau
malah melebihi dia? apa yang melatarbelakangi kesuksesan teman anda membuat
buku?? anda bertanya lagi "kenapa pengetahuannya akan sesuatu sesuatu yang
ditulis dibukunya sangat luar biasa?" mungkin sangat banyak pertanyaan
yang terlintas di benak anda ketika melihat karya berupa buku teman anda
tersebut. atau mungkin lagi pertanyaan anda kepada diri anda "apa yang
memotivasi dia sehingga bisa membuat buku yang populer ini?". hmmm..
sekarang lihat diri anda? apa
kira-kira yang membuat anda seperti anda sekarang?
lihat perilaku anda sehari-hari.
tindakan anda mengarah kemana? apakah tindakan-tindakan atau perilaku anda
selama ini di rumah atau dikost merupakan sesuatu yang sudah menjadi budaya
atau kebiasaan anda?
alangkah eloknya jika
tindakan-tindakan anda selama ini di kost atau di rumah anda tindakan-tindakan
yang baik yang secara kontinue atau sudah menjadi kebiasaan anda. saya yakin
kebiasaan itu akan membentuk anda sekarang dengan berjuta prestasi.
jika dibenturkan dengan pertanyaan
tentang kenapa teman saya bisa membuat buku dan saya tidak. itu memerlukan
pemahaman secara detail baik pemahaman akan kepribadian teman anda dan
pemahaman akan keseharian teman anda jauh-jauh hari sebelum anda mengenalnya.
dan yang paling penting adalah pemahaman akan kebiasaan teman anda itu.
saya bisa pastikan kebiasaan,
tradisi, budaya teman anda itu memperlihatkan kebiasaan yang selalu mengarah ke
capaiannya atau cita-citanya untuk membuat karya berupa buku. kebiasaan
hari-harinya selalu diwarnai dengan elemen-elemen demi tercapainya keinginannya
untuk membuat buku. seperti anda mendapatkannya sering membaca buku, menulis
diari, menulis artikel atau yang lainnya.
yang menjadi pertanyaan anda
kemudian adalah kenapa dia bisa terbiasa membaca buku, terbiasa menulis? itu
yang kemudian anda cari jawabannya.
saya akan jelaskan sedikit demi
terjawabnya pertanyaan anda.sebelum menjawab pertanyaan anda sebaiknya lihat
diri anda dulu. apa yang membuat anda sudah terbiasa dengan tindakan atau
perilaku anda sehari-hari, atau hemat saya kebiasaan anda selama ini? apakah
bisa menjadi ukuran bahwa anda tidak terbiasa membaca buku, menulis diari,
menulis artikel, opini, yang pada akhirnya anda bisa membuat buku? itu rancu
sekali.
Ingat. sesuatu yang menjadikan anda
sekarang baik anda sekarang masih belum jelas capaian keinginannya yaitu
seorang penulis. langkah awal adalah ubah kebiasaan yang tidak memperlihatkan
kebiasaan teman anda tadi. jika kebiasan teman anda sering membaca buku,
menulis berarti anda harus membiasakan membaca buku, menulis apa saja. biasakan
hal itu sebagai awal dari hasrat anda ingin menjadi seorang penulis.
kemudian jika pertanyaan anda tadi
tentang apa yang membuat dia sehingga terbiasa membaca buku, menulis buku.
jawabannya adalah orang tuanya mungkin seorang penulis, atau selalu mengarahkan
dia untuk sering membaca yang kemudian berdampak pada keinginannya yaitu
menulis buku. orang tuanya yang menjadi patokan atau budaya kesehariannya
semenjak masih balita sudah melihat budaya membaca dan menulis dan sampai
dewasa dia selalu mendapatkan keluarganya membaca buku dan menulis buku.
Ingat.. jangan pernah menyesal
dengan keluarga anda jika tradisi tersebut tidak anda jumpai di keluarga anda.
yang mesti anda lakukan sekarang adalah ubah kebiasaan jelek anda. terapkan
dari sekarang kebiasaan untuk menjadi seorang penulis. yaitu terapkan kebiasaan
membaca buku, dan selanjutnya setelah membaca biasakan menulis..
Ingat. awal dari merubah kebiasaan
sangat berat. tapi jika selanjutnya akan terasa tidak berat lagi. sama halnya
puasa di bulan ramadhan. awal puasa sangat dirasakan kelaparan dan berselang
satu minggu sudah tidak terasa lagi. yang anda butuhkan demi merubah kebiasaan
anda adalah dengan konsistensi tinggi, presistensi (tekad) dalam hati ingin
berubah, dan keyakinan akan Sang Pencipta bahwa tujuanku untuk merubah
kebiasaan in demi Kebaikanku dan kebaikan semua orang. percaya semua akan indah
jika anda sudah terbiasa melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar