Sabtu, 12 September 2015

Konsep hidup


Data empiris saya saat ini terkadang mengarah pada hal-hal yang membingungkan. Membingungkan karena pada saat tertentu saya merasa jiwa ini sepih pada sesuatu yang membuat nyaman/damai. Saya sering mendapati diri ini jauh dari jangkauan pemahaman akan ke EsaanNya.. saya sering juga mendapati diri ini tidak konsisten pada visi dan misi pada pembicaraanku pembicaraanku sebelumnya pada diri sendiri dan tak jarang pada orang lain. Inikah yang dimanakan hidup belum terkontrol? Atau kita belum bisa menjadikan akal yang berada dipuncak struktur fungsional tubuh belum bisa mengendalikan yang dibawah bawahnya?? Entahlah.. kapasitas saya saat ini mengakui akan hal itu bahwa saya belum bisa mengontrol struktur fungsional dibawahnya.

Konsep hidup pun mulai saya pikirkan demi mencapai visi visi yang terkadang hinggap alam kesadaran ini. Konsep hidup bagaimana menjadikan diri ini bijaksana bak kader Rasulullah saw, ali bin abi thalib. Sosok itu adalah sosok yang telah mengerti apa ini hidup, mau kemana hidup dan kenapa Ia diciptakan. Banyaknya ilmu menandakan arah mau kemana jejak terlihat jelas didepan mata. Banyaknya ilmu juga akan membuat diri ini bijaksana.


Konsep hidup dalam kapasitas saat ini adalah keniscayaan hidup saya dalam kurun waktu dewasa ini mulai berubah. Hal ini menandakan saya mulai berkembang dari segi pemikiran dan rasa. Ketika itu pada kurun waktu yang telah saya lewati dengan berbagai situasi dilematis saya pernah mendapati diri saya sangat sombong ketika baru memahami akan suatu hal yang bagi saya hal itu saya sendiri yang dapatkan. Konsekuensi logis mengarahkan saya membusungkan dada.
Seiring berjalannya waktu kemudian saya mulai memahami bahwa ternyata banyak orang diluar sana yang sudah mengetahui akan hal yang saya dapati dan tiba gilirannya saya memahami ternyata orang diluar itu lebih banyak mendapati hal-hal yang belum saya dapati. Mulai kemudian saya merasakan tingkahku sebelumnya sangat irasioanal. Saya menyesal membuat keputusan sikap angkuh tersebut. Saya kemudian mulai realistis pada diri saya yang sangat jauh dari pemahaman orang diluar sana yang hebat hebat. Ini adalah fakta hidup yang mengarahkan saya mulai paham bahwa diatas langit pasti ada langit pasti ada langit.
Mulai kemudian saya berpahamkan cinta kebijaksanan yang terintegrasi pada hal hal yang telah saya lakukan dengan mengedepankan hal-hal baru sepanjang karir saya.

Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar